Transformasi Digital dan Implikasinya Terhadap Hukum Ekonomi Syariah: Tren dan Adaptasi
DOI:
https://doi.org/10.37726/hhzyza07Kata Kunci:
Transformasi Digital, Hukum Ekonomi Syariah, Adaptasi Teknologi, Smart Contract, Kepatuhan SyariahAbstrak
Transformasi digital melalui teknologi Blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan sistem pembayaran elektronik telah membawa implikasi signifikan terhadap hukum ekonomi syariah, baik sebagai katalisator efisiensi maupun sebagai tantangan etis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana adaptasi terhadap teknologi digital dapat dilakukan agar tetap selaras dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya keadilan, transparansi, dan penghindaran riba serta gharar. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dan pendekatan deskriptif-analitis, kajian ini menelaah literatur terkait tren digitalisasi dan dampaknya terhadap regulasi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blockchain memperkuat kepatuhan syariah melalui kontrak cerdas dan transparansi audit, AI mendukung screening investasi halal sekaligus meminimalkan bias manusia, sedangkan sistem pembayaran elektronik memperluas inklusi keuangan syariah melalui transaksi instan dan kepatuhan zakat otomatis. Namun, muncul pula tantangan etis seperti kepemilikan data, transparansi algoritma, dan privasi pengguna yang menuntut harmonisasi dengan prinsip tauhid, amanah, dan ihsan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dalam hukum ekonomi syariah tidak hanya memperkuat efisiensi dan kepatuhan, tetapi juga menuntut regulasi normatif, kolaborasi ulama dan pakar teknologi, serta sertifikasi halal yang ketat. Dampaknya, transformasi digital berpotensi memperkuat ekonomi syariah, meningkatkan reputasi kelembagaan, dan memastikan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Referensi
Abdullah, N., & Kassim, S. (2021). Modified TAM for shariah-compliant fintech acceptance. International Journal of Bank Marketing, 39(5), 1021–1040.
Ahmad, F., & others. (2022). Smart contracts in Islamic finance: Mitigating gharar through algorithmic verification. Islamic Economic Studies, 30(1), 45–62.
Ahmed, S. (2023). Artificial intelligence in Sharia-compliant finance. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 16(3), 200–215.
Alam, M., Rahman, A., & Khan, M. A. (2024). Digital technologies and Islamic economic law: Trends and impacts. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 20(1), 1–20.
Alamsyah, A., & Rahayu, S. (2021). Blockchain technology in Islamic finance: Opportunities and challenges. Journal of Islamic Finance, 10(2), 45–60.
Alshamsi, M., & others. (2024). Global adoption of shariah-compliant Blockchain: A comparative analysis. Journal of Islamic Banking and Finance, 41(1), 78–95.
Bank Indonesia. (2023). Laporan Tahunan Sistem Keuangan Indonesia 2023.
Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. Islamic Foundation.
Choudhury, M. A. (1997). The Islamic world-system: A study in polity-market interaction. Routledge.
Hassan, M., & Ali, R. (2020). Schumpeterian innovation in Islamic finance: The role of Blockchain. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 13(4), 567–582.
Khan, M. A. (2022). Blockchain technology and Islamic finance: A review. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 18(2), 45–60.
Khan, S., & Bhatti, M. (2022). Consumer protection in Blockchain-based Islamic banking. Journal of Financial Regulation and Compliance, 30(2), 145–160.
Rahman, A. (2021). Digital payment systems and Sharia law compliance. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 34(1), 75–90.
Rahman, A., & others. (2025). Holistic approach to digital transformation in Islamic economics. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 38(2), 112–130.
Sari, D., & Nugroho, B. (2023). Adoption of fintech in Islamic banking: A survey on shariah compliance perceptions. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 19(3), 201–220.
1.png)





