Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada Bank Central Asia (BCA) Syariah Berdasarkan Metode Camel (Studi Kasus Pada PT Bank BCA Syariah Periode 2015-2019)

Penulis

  • Yulia Purnama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Indonesia Purwakarta

DOI:

https://doi.org/10.37726/ee.v6i1.408

Kata Kunci:

Kesehatan Bank, Rasio Keuangan, metode CAMEL

Abstrak

Kondisi keuangan suatu lembaga keuangan sangat penting terjaga kesehatannya, sebagai salah satu cara untuk menjaga kepuasan nasabah dan menambah jumlah investor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penilaian tingkat kesehatan pada Bank Central Asia (BCA) Syariah berdasarkan metode CAMEL di PT. Bank BCA Syariah Periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Capital (permodalan) mendapatkan predikat “Sangat Sehat”. Karena nilai CAR yang didapatkan lebih besar dari 12% sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Assets (Kualitas Aktiva Produktif) mendapatkan predikat “Sehat”, karena nilai KAP yang didapatkan dibawah 10,35%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Management (Manajemen) dengan menilai tingkat NPM (Net Profit Margin) mendapat predikat “Cukup Sehat”, karena nilai NPM yang didapatkan berada di kisaran 66%-80%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Earning (Rentabilitas) menggunakan dua rasio ROA dan BOPO. ROA tahun 2015-2019 mendapatkan kategori “Cukup Sehat”, karena nilai ROA yang didapatkan berada di kisaran 0,5%-1,24%. Sedangkan tingkat kesehatan rasio BOPO periode 2015-2019 berada pada predikat “Sangat Sehat”, karena nilai BOPO yang didapatkan lebih kecil dari 94%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Liquidity (Likuiditas) menggunakan rasio FDR (Finance to Deposit Ratio) didapatkan predikat “Cukup Sehat”, karena nilai FDR yang didapatkan berada dikisaran 85%-100%. Tingkat kesehatan BCA Syariah pada tahun 2015-2019 menggunakan metode CAMEL berada pada posisi “Cukup Sehat”. Dikarenakan nilai CAMEL yang diperoleh berada pada posisi kurang dari 81%, atau berada pada rentang 66%-80%. Artinya bank dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis, faktor eksternal lain tercermin dari peringkat faktor penilaian, antara lain profil risiko, penerapan tata kelola, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum cukup baik.

Referensi

Ardhansyah Putra, D. S. (2014). Bank Dan Lembaga Keuangan. CV Jakad Media Publishing.

Astarina, I., & Hapsila, A. (2015). Manajemen Perbankan. Deepublish.

Hafiz, A. P. (2018). Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah Dengan Metode CAMEL Dan RGEC (Studi Pada Bank BNI Syariah Tahun 2011-2015). ILTIZAM Journal of Sharia Economic Research, 2(1), 66. https://doi.org/10.30631/iltizam.v2i1.108

Ikatan Bankir Indonesia. (2016). Manajemen Kesehatan Bank Berbasis Risikko. PT Gramedia Pustaka Utama.

Imani, S., & Hasanah, M. (2021). Metode Camels dan Islamicity Performance Index Pada Kesehatan Bank Camels Method and Islamicity Performance Index on Bank Health. Iqtisadie, 1(10), 63–92. https://doi.org/https://doi.org/10.36781/iqtisadie.v1i1.153

Iswari, M., & Fernos, J. (2019). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Pada Pt. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. OSFPreprints, 1, 1–22. https://doi.org/10.31227/osf.io/ja7ty

Jacob, J. K. D. (2013). Analisis Laporan Keuangan Dengan Menggunakan Metode Camel Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Perbankan. Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akutansi, 1(3), 69.

Lestari, P. (2020). Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Di Indonesia Dan Malaysia Dengan Pendekatan Metode CAMEL Periode 2014-2018. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 5(2).

Nopiana, P. R., & Mufidatul, M. (2018). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dengan Metode CAMEL Di Kota Batam. JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam), 6(2). https://doi.org/10.33884/jimupb.v6i2.676

Otoritas Jasa Keuangan. (2019). Laporan Keuangan. Https://Www.Ojk.Go.Id/. https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/laporan-keuangan-perbankan/Default.aspx

Risal, T. (2019). Peningkatan peran perbankan syariah dengan menggerakkan sektor riil dalam pembangunan. Accumulated, 1(1), 36–47.

Rustam, B. R. (2013). Manajemen Risiko. Salemba Empat.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian. Alfabrta.

Sumadi, G. (2018). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Menggunakan Metode CAMEL. I-Finance: A Research Journal on Islamic Finance, 4(1), 15–30.

Suparmin, A. (2019). Manajemen Resiko Dalam Perspektif Islam. El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah, 2(02), 27–47. https://doi.org/10.34005/elarbah.v2i02.551

Suryabrata, S. (2011). Metodologi Penelitian. Raja Grafindo Persada.

Susyanti, J. (2016). Pengelolaan Lembaga Keuangan Syariah. Empat Dua.

Unduhan

Diterbitkan

2022-06-16

Cara Mengutip

Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada Bank Central Asia (BCA) Syariah Berdasarkan Metode Camel (Studi Kasus Pada PT Bank BCA Syariah Periode 2015-2019). (2022). EKSISBANK (Ekonomi Syariah Dan Bisnis Perbankan), 6(1), 90-108. https://doi.org/10.37726/ee.v6i1.408

Artikel Serupa

1-10 dari 82

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.