Rahn (Gadai) Dalam Perspektif Tafsir Dan Hadits Serta Implementasinya Pada Lembaga Pegadaian Syariah

Penulis

  • Sumiati Sumiati Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ahmad Damiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIES) Purwakarta Indonesia
  • Ending Solehudin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.37726/ee.v6i1.757

Kata Kunci:

Rahn, Tafsir, Hadits, Pegadaian Syariah

Abstrak

Penulisan artikel ini didasari pemikiran bahwa Hukum ekonomi Syariah merupakan bagian dari system hukum Islam yang bersumber pada Alquran dan al-hadits. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat ulama tentang tafsiran QS. Al-baqarah ayar 283, dan untuk mengetahui kesesuaian tafsiran QS. Al-baqarah ayar 283 dengan konsep Rahn pada Lembaga pegadaian Syariah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian ini menyatakan 1). Rahn adalah menjadikan suatu barang yang mempunyai nilai harta dalam pandangan syara’ sebagai jaminan utang, yang memungkinkan untuk mengambil seluruh atau sebagian utang dari barang tersebut, ini juga sejalan dengan Pasal 1150 KUHPerdata. Secara tekstual Rahn terdapat di dalam Al-qur’an Surat Al-baqarah Ayat 283, ayat tersebut sebagian ulama salaf mengatakan syariat gadai tidak diberlakukan kecuali diperjalanan, namun secara umum para ulama berpendapat bahwa kandungan ayat ini tidak mensyaratkan jaminan tersebut hanya dibolehkan di perjalanan, transaksi muamalah dengan tidak secara tunai, dan juga tidak terdapat seseorang yang dijadikan sebagai penulis. Akan tetapi pada dasarnya ayat ini hanya mensyaratkan dalam kondisi seperti tersebut kegiatan muamalah boleh dilakukan dengan memberikan jaminan. 2). Praktek gadai pada Lembaga pegadaian Syariah mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor: 25/DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang rahn dan dinyatakan sudah memiliki kesesuaian dengan prinsip Syariah, begitupun secara teknis mengacu Peraturan OJK Nomor 31 /Pojk.05/2016 Tentang Usaha Pergadaian.

Referensi

Ad-Dimasyqi, A.-I. A. F. I. I. K. (2002). Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Juz 1. Sinar Baru Al-gensindo.

Al-Hadi al-Quran Terjemahan Per kata Latin dan Kode Tajwid. (2013).

Al-Jazairi, S. A. B. J. (n.d.). Surat Al-Baqarah Ayat 283. Aisarut Tafasir.

Amiruddin, A. (2015). Al-Qur’an Tajwid Warna Al-Mu’asir. Khazanah Intelektual.

Anshori, A. G. (2005). Gadai Syariah di Indonesia (G. Mada (Ed.)).

Dalimunthe, D. (2018). Objek Gadai dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW). Yurisprudentia; Jurnal Hukum Ekonomi, 4(1), 50–66.

Https://www.hadits.id/. (n.d.-a). Hadits Shahih Al-Bukhari No. 4107 - Kitab Peperangan Tentang Wafatnya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Sallam. Https://Www.Hadits.Id/. Retrieved December 11, 2022, from https://www.hadits.id/hadits/bukhari/4107

Https://www.hadits.id/. (n.d.-b). Hadits Shahih Muslim No. 3008 - Kitab Pengairan Tentang Bolehnya Gadai. Https://Www.Hadits.Id/. Retrieved December 11, 2022, from https://www.hadits.id/hadits/muslim/3008

J. Satrio. (2004). Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan. Citra Aditya Bakti.

Mahkamah Agung. (2009). Kompilasi Hukum Ekonomi syariah Peraturan Mahkamah agung Nomor. 2 Tahun 2008. Fokusmedia.

Pahlevi, F. S. (2019). Harmonisasi Hukum Ekonomi dalam Mewujudkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia. ACTIVA: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(1), 35–52.

Pegadaian, S. (2020). Mengenal Pegadaian Syariah : Solusi Keuangan Sesuai Syariat.

R. Soetojo Prawirohamidjojo dan Marthalena Pohan. (1984). Bab-Bab tentang Hukum Benda. PT Bina Ilmu.

Setyo, B. (2010). Kedudukan Gadai Syariah (Rahn) Dalam Sistem Hukum Jaminan Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 10(1), 22–27. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2010.10.1.133

Subagiyo, R. (2014). Tinjauan Syariah Tentang Pegadaian Syariah (Rahn). An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1). https://doi.org/10.21274/an.2014.1.1.161-184

Subarkah, A., Tohari, H., Kafiyanto, M., Rahadian, H. F., & Saefudin. (2012). Himpunan Al-Qur’an dan Terjemah New Cordova. Syaamil Quran.

Suhendi, H. (2007). Fiqh Muamalah. PT. Raja Grafindo.

Surepno, S. (2018). Studi Implementasi Akad Rahn (Gadai Syariah) Pada Lembaga Keuangan Syariah. TAWAZUN : Journal of Sharia Economic Law, 1(2), 174. https://doi.org/10.21043/tawazun.v1i2.5090

Syafi‟i, R. (2000). Fiqih Muamalah. : Pustaka Setia.

Turmudi, M. (2016). Operasional Gadai Dalam Sistem Hukum Ekonomi Islam. Al-Adl, 9(1), 165–166.

Zed, M. (2004). Metode Peneletian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Zuhdi, M. (1996). Masail Fiqhiyah. PT Toko Gunung Agung.

Unduhan

Diterbitkan

2023-01-12

Cara Mengutip

Rahn (Gadai) Dalam Perspektif Tafsir Dan Hadits Serta Implementasinya Pada Lembaga Pegadaian Syariah. (2023). EKSISBANK (Ekonomi Syariah Dan Bisnis Perbankan), 6(1), 125-139. https://doi.org/10.37726/ee.v6i1.757

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

> >> 

Artikel Serupa

1-10 dari 40

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.